Semua hidup dengan dinamikanya sendiri

Yogyakarta, 24 november 2018.

Semua hidup dengan dinamikanya sendiri.

Dinamika kehidupan seorang manusia bisa naik dan turun, tetapi grafiknya harus selalu naik, dalam artian harus mengalami perbaikan setiap waktunya.

Hidup ini jika saya analogikan seperti saat pendakian. Dalam perjalanannya saya akan mengalami banyak hal, misal lelah karena telah berjalan jauh dengan beban dipundak atau mengalami kondisi buruk lainnya seperti tersesat di hutan pegunungan.

Saya telah berjalan cukup jauh dalam hidup, mengalami cukup banyak hal. Apakah itu sudah cukup baik? Sungguh jauh panggang dari api, banyak yang belum saya selesaikan. 😓

Tidak ada yang mengharapkan kondisi buruk hadir dalam hidup seorang manusia, serta tidak ada yang mengetahui kondisi seperti apa yang terbaik menurut Tuhan.

Tetap semangat dan sukses selalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *