Menulis untuk mengingat

Menulis untuk mengingat.

Berkegiatan outdoor seperti mendaki gunung, susur pantai, berkebun, menjelajah alam, adalah beberapa dari sekian banyak hal yang saya sukai. Ketika ada ajakan untuk mendaki gunung terlebih itu Gunung Merbabu. Saya sangat antusias mengiyakan. Gunung Merbabu bagi saya sangat spesial, di penghujung tahun 2017, adalah kali pertama saya menginjakan kaki di puncak bersama kawan kawan saya yang mengagumkan. Terimakasih banyak kawan kawan, terimakasih telah membersamai saya yang sangat payah saat itu. 😆

Pendakian pertama ke gunung merbabu telah merubah pola pikir saya terhadap gunung dan segala hal yang terkait didalamnya. Artikel tentang gunung saya lahap, buku tentang gunung saya baca. Hanya untuk mengetahui apa itu gunung dan bagaimana cara memperlakukan gunung. Begini jadinya kalau saya mainnya sama anak rimba. 🤣

Pada bulan Januari 2019, saya berkesempatan kembali mendaki Gunung Merbabu melalui jalur pendakian suwanting. Kali ini saya bersama kawan kawan dari kampus lain serta kawan kawan di kostan. Sebelum berangkat saya membekali informasi tentang jalur pendakian suwanting, mencari informasi track pendakian, sumber mata air, kondisi cuaca di Gunung Merbabu, estimasi waktu agar bisa sampai puncak. Bukan google yang saya telusuri untuk mendapat informasi tetapi anak rimba sebagai buku hidup yang saya tanyai. Terimakasih banyak Gie. 😂

Saya sendiri cukup khawatir saat itu, mengingat ada 6 perempuan yang ikut mendaki. Kami berangkat dari Jogja berduabelas, 6 motor, 6 laki laki tampan dan 6 perempuan (isi sendiri) 💃

Saya harus memastikan semuanya berduabelas bisa turun dengan selamat dan sehat. Alhamdulillah semua sehat dan selamat sampai rumah.

Penutup.

Mendaki bersama perempuan bukan lagi sabar yang harus kita siapkan tetapi ekstra sabar.

Terimakasih banyak Rois, Theo, Frengky, Lambang, Aldin, Tika, Tiya, Desy, Esa, Tary, Lola 💕

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *