Minggu menulis – edisi 2

Berbicara pendidikan, saya selalu teringat pada saat duduk berdua di ruang tamu bersama bapak. Saat itu obrolan kami cukup serius, saya sudah cukup besar dan bisa mengerti apa yang bapak sampaikan, saya belajar bagaimana bapak bisa kuat menghadapi segala masalah kehidupan kemudian tetap bertanggung jawab terhadapnya. Satu hal yang bapak sampaikan saat itu “Bapak hanya …

Continue reading →

Minggu menulis – edisi 1

Kita mulai kehilangan hati dan nurani, kita tidak tahu bagaimana caranya menghormati. Moral kita telah terbeli oleh apa apa yang menjadi lupa, seperti uang, jabatan, atau sebab lainnya. Semoga selalu mawas diri, ingat bahwa ibu mengajarkan anak yang paling muda untuk menaruh hormat kepada anak yang lebih tua, ibu mencontohkannya dengan meminta kita untuk salim …

Continue reading →

Nasi Goreng

Ada dua orang ingin membuat nasi goreng. Orang pertama mempunyai peralatan dan bumbu memasak nasi goreng yang sudah lengkap tersedia di dapur, orang kedua harus membeli dulu bahan memasak nasi goreng seperti bawang, kecap, dan menyiapkan peralatan memasak. Orang pertama butuh 13 menit untuk membuat nasi goreng sedang orang kedua butuh 20 menit. Analogi bahwa …

Continue reading →

Djeladjah – Kopi Buku Cinta

Disaat yang lain sibuk pindah dari satu warung kopi ke warung kopi lainnya, dari satu cafe ke cafe lainnya, dari satu coffeeshop ke coffeeshop lainnya. Saya hampir dipastikan tidak pernah pindah, pernah pindah, itupun karena urusan yang mengharuskan saya datang. Ujungnya tetap kembali kesini, tempat saya meleburkan segala perasaan hati. Saat senang datang kesini, saat …

Continue reading →

Kopi Tubruk Ibu

Kopi tubruk ibu. Bukan tanpa alasan aku begitu menyukai kopi, sedari kecil setiap pagi, siang dan malam. Aku hampir selalu menyaksikan ibu menyeduh kopi untuk bapak. Kopi bubuk hitam yang ibu tubruk dengan air panas dan gula pasir secukupnya. Satu dari sekian banyak hal menarik yg ibu ajarkan kepadaku saat itu ialah hati yang tulus. …

Continue reading →

Menulis untuk mengingat

Menulis untuk mengingat. Berkegiatan outdoor seperti mendaki gunung, susur pantai, berkebun, menjelajah alam, adalah beberapa dari sekian banyak hal yang saya sukai. Ketika ada ajakan untuk mendaki gunung terlebih itu Gunung Merbabu. Saya sangat antusias mengiyakan. Gunung Merbabu bagi saya sangat spesial, di penghujung tahun 2017, adalah kali pertama saya menginjakan kaki di puncak bersama …

Continue reading →

Waktu

Sadar, waktu akan membawa saya pergi dari tempat ini. Membawa segala hal terbaik serta terburuk. Terimakasih sudah dengan baik hati mau membantu saya berproses. Maaf pernah mengecewakan, maaf belum bisa memberikan yang terbaik.

Continue reading →

Semua hidup dengan dinamikanya sendiri

Yogyakarta, 24 november 2018. Semua hidup dengan dinamikanya sendiri. Dinamika kehidupan seorang manusia bisa naik dan turun, tetapi grafiknya harus selalu naik, dalam artian harus mengalami perbaikan setiap waktunya. Hidup ini jika saya analogikan seperti saat pendakian. Dalam perjalanannya saya akan mengalami banyak hal, misal lelah karena telah berjalan jauh dengan beban dipundak atau mengalami …

Continue reading →

Kembar 3

Kamis, 22 november 2018. Pukul 19:30 WIB. Saya mendapat kabar melalui pesan WhatsApp, adik perempuan yang pertama sedang dalam perjalanan menuju Rumah Sakit untuk memeriksa kembali hasil USG bayi dalam rahimnya. Sebelumnya ia dan suami telah memeriksa kondisi bayi dalam rahim di dokter tempat biasa. Hasil USG saat itu cukup buat saya kaget, saya diberitahu …

Continue reading →

Perjalanan

Tahun 2010 adalah awal cerita dimana saya memutuskan pergi dari rumah, belajar hidup mandiri, berusaha mencukupi kebutuhan dengan jerih payah sendiri. Pekerjaan yang saya tekuni saat itu bukanlah pekerjaan yang mudah, saya harus memeras keringat dari pagi hingga petang, bergelut dengan tumpukan barang di gudang serta debu kotor yang yang setiap harinya saya bersihkan. Pergi …

Continue reading →