Menjadi berani

9 tahun memilih berani. Berbahagialah anak muda. Karena engkau makan dari keringatmu sendiri. Tuhan bersama orang orang yang mau bekerja keras. Bersama orang orang yang berani. Ada anak muda menyulam mimpi indahnya saat kecil. Dengan kain pengharapan bapak dan ibunya. Perlahan kain itu robek dihantam badai. Dihempas ombak. Dibunuh mulut mulut bajingan. Yogyakarta, 29 Januari …

Continue reading →

Aku ingin membekukan waktu

Aku ingin membekukan waktu di tempat ini, bertemu nona di meja, meminum kopi, menyulam mimpi mimpi, esok lusa dan nanti. Buruh seduh telah meracik kopi terbaik malam ini, senyum nona telah merekah. Nona yang berani, yang patah hatinya karena merindu atau nona yang telah melabuhkan hatinya pada bung, bukan aku. Aku yang takut, begitu takut. …

Continue reading →